cari di sini

Showing posts with label Tradisional. Show all posts
Showing posts with label Tradisional. Show all posts

Wednesday, 9 November 2016

Cara Membuat Pletokan


Pletokan merupakan permainan seru yang sangat murah, bahkan bila bisa membuatnya kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun, hanya bermodalkan kemauan pun bisa membuat mainan ini. Pletokan adalah senjata mainan yang dibuat dari bambu. Dan Pelurunya bisa dari kertas yang di bahasi ataupun kembang dan biji jambu.

Pada setiap daerah pletokan ini beda beda sebutannya, untuk masyarakat sundah menyebutnya bebeletokan, dan masyarakat probolinggi dan madura menyebut senjata mainan ini tor cetoran dan di daerah purbalingga menyebutnya bedil bedilan.
Pada umumnya senjata mainan ini di mainkan oleh anak laki-laki, paling asik permainan ini di lakukan oleh beberapa orang dan melakukan peperangan ! . Tunggu dulu peperangan di sini bukan untuk saling menyakiti ataupun adu jotos, dan hal yang berbau kekerasan lainnya melainkan adu tembak dengan pletokan dengan peluru pletokan itu sendiri. Ini tidak akan menimbulkan bahaya, sebab pletokan pelurunya terbuat dari kertas basah.
Kenapa di sebut pletokan? Sebab senjata mainan ini ketika di tembakan berbunyai beletok.. Unik juga yah kawan. Berikut ini adalah cara membuat pletokan yang mudah dan simple.

Bahan-Bahan Untuk Membuat Pletokan
  • Bambu tua yang kecil kurang lebih berdiameter lubang 1-3 cm, dengan panjajng 3-40 cm ,tentunya bambu yang cukup kuat dan usahakan tebal
  • Bambu tua yang tebal
  • Untuk pelurunya kertas bekas yang di basahkan, atau bisa juga dengan biji jambu, biji tanaman yang lukan lainnya, kembangpun bisa dijadikan peluru.
  • Pisau/alat pemotong kayu

Cara Membuat
    1. Siapkan Bambu yang sudah disedikan
    2. Bambu di bagi 2 yaitu pegangan dan laras. Bagian pegangan dibuat lebih pendek dibanding larasnya. Dan yang menjadi bagian larasnya adalah yang dekat dengan ruas bagian bawah.
    3. Untuk membuat penyodoknya anda bisa membelah bambu yang tua dan membentukya jadi seperti lidi panjajng, dan anda harus merautnya supaya bambu tersebut bundar, dan pastikan lidi bisa masuk ke lubang laras tapi tidak terlalu kecil dan tidak sampai ujung laras sisakan 1 sm untuk peluru
    4. Setelah itu masukan penyodok ke pegangan dan kuatkan supaya tidak lepas.
    5. Tahan terakhir siapkan kertas bekas yang sudah di basahi dan siap di mainkan.

    Untuk cara menembekan senjata mainan ini cukup mudah, masukan kertas secukupnya sampai ke ujung laras, dan peluru keduka di masukan lagi dan langsung di dorongkan, dan peluru pun langsung melesan dan menembak dan berbunyi beletok.. Terima kasih sudah membaca., mari lestarikan mainan tradisional !


Contoh Permainan Tradisional

Banyak contoh permainan tradisional. Mainan tradisional ini banyak mengandung makna dan manfaat bagi anak-anak kecil jaman sekarang tapi permainan tradisional sekarang sudah mulai ditinggalkan seiring dengan perkembangan zaman dan anak anak lebih suka permainan online dibanding permainan traisional. berikut ini adalah beberapa contoh permainan tradisional yang dapat kita jaga supaya tidak hilang.

1. Permaianan Tradisional Ular Naga Panjang
Permainan yang pertama ada ular naga. Pada zaman dahulu permainan ini sangat digemari oleh anak-anak umur lima sampai dua belas tahun. Permainan ini lebih baik dilakukan di lapangan, karena semakin banyak pemain akan semakin seru. Biasanya permainan ini dilakukan lebih dari tujuh orang. Cara bermainnya dengan menentukan siapa yang menjadi penjaga dua orang dan sisanya berjalan melewati penjaga. Untuk memilih penjaga, harus melakukan hompimpa agar lebih adil.


Setelah ditentukan yang menjadi penjaga, maka sisa orangnya berbaris dengan tangan ditaruh dipundak teman depannya, lalu berjalan melingkar melewati penjaga. Sambil berjalan menyanyikan lagu ular naga panjangnya, hingga selesai. Jika nyanyian sudah selesai maka penjaga menangkap satu orang dan orang yang tertangkap harus keluar dari barisan.

2. Permainan Tradisional Engklek


Permainan yang kedua bernama engklek. Permainan ini sampai sekarang masih dilakukan dan seluruh wilayah Indonesia mengenal permainan ini, meskipun disetiap daerah memiliki sebutan lain salah satunya INGKLING. Engklek dimainkan oleh anak laki-laki dan juga perempuan. Bisa dilakukan oleh dua orang saja dan maksimal lima orang, sebab untuk memainkannya harus menunggu giliran dan jika banyak yang bermain maka akan lama menunggunya.

Cara bermainnya dengan menggambar kotak-kotak di latar. Bermainnya dilapangan yang terang agar mudah menggambar kotak-kotaknya. Ada sembilan kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung tiga kotak vertikal, setelah itu tambah satu kotak diatasnya dan terakhir dua kotak dihorizontal. Satu persatu pemain melompati kotak tersebut dari awal hingga terakhir. Melompatnya harus menggunakan satu kaki, jika kaki terjatuh maka harus menaruh batu disalah satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran

3. Permainan Tradisional Congklak

Permainan berikutnya bernama congklak. Permainan ini juga telah dikenal oleh seluruh wilayah dI Indonesia. Menggunakan biji congklak yang terbuat dari cangkang karang tapi ada juga yang menggunakan batu, lalu menggunakan papan congklak yang berisi 16 lubang. Permainan ini hanya bisa dilakukan oleh dua orang saja. Biji congklak berisi 98 buah dan papan congklak ada yang terbuat dari plastik namun juga ada yang dari kayu. Jika tidak ada anak anak biasanya menggunakan ubin sebagai ganti papan congklak.


Awal memainkan permainan ini dengan menentukan siapa yang jalan dulan, lalu jika ada yang menang maka pemain harus mengambil semua biji dari salah satu lubang dan biji tersebut diisi satu persatu ke lubang yang sudah ditentukan, dari kiri atau kanan. Hingga biji habis dan setelah itu ambil lagi semua biji dari tempat terakhir biji diletakkan. Begitu seterusnya hingga siapa yang mendapat biji paling banyak maka ia yang menjadi pemenang.

4. Perminan Tradisional Pletekon


Permainan ke dua belas bernama pletokkan. Ini hanya bisa ditemukan di daerah karena saat ini sudah jarang yang memainkan pletokkan. Permainan ini terbuat dari bambu yang kuat agar tidak gampang pecah. Setelah itu bambu dibagi menjadi dua dan diberi pendorong pada bagian bambu yang memiliki ruas. Kemudian buat peluru menggunakan kertas yang dilitikan dan dibuat seperti bola. Kemudian tambahkan daun pandan agar suaranya menjadi nyaring. Seteah semua bahan tersedia, pletokan siap digunakan. Untuk cara membuat pletokan yang lebih lengkap klik disini